Blog tentang kumpulan dongeng, dongeng lucu, dongeng binatang, dongeng cinderella, contoh dongeng, dongeng kancil, dongeng sunda, dan pengertian dongeng, dongeng cerita rakyat.

Cerita Dongeng Pak Kasim dan Ular

Ditulis oleh: Kumpulan Dongeng Terlengkap -

Pasang Iklan Murah
Iklan hanya 25.000 perbulan di banyak blog, kunjungi lansung ke KBL. Dijamin murah meriah!

Iklan Khusus Produk
Tingkatkan Penjualan dengan iklan terjangkau. Filibilitas dan impresi produk anda akan segera meningkat, mau?

Backlink murah
Cuma 20.000 dapat backlink berkualitas. Khusus blogger lokal yang ingin maju, segera gabung!

Ads by: Kumpulan Dongeng Terlengkap
Cerita Dongeng Pak Kasim dan Ular - Membaca sebuah cerita merupakan salah satu kegiatan yang cukup menghibur. Meski sekarang sudah banyak hiburan yang lebih canggih namun membaca memiliki seni dan keindahannya sendiri. Ada banyak cerita yang bisa kita nikmati, ada cerita pendek atau cerpen, ada novel dan ada juga berbagai cerita dongeng yang banyak memberikan nasehat. Karena situs ini memang tempat kumpulan berbagai dongeng maka kali ini kita juga akan membaca cerita tersebut.

Hari ini kita akan menikmati sebuah dongeng yang cukup bagus dan penuh makna. Dongeng tersebut adalah sebuah dongeng singkat yang alur ceritanya sederhana sehingga mudah dipahami. Meskipun sederhana namun jalan ceritanya tetap bagus dan menarik untuk kita baca. Bukan hanya itu, cerita berjudul "pak kasim dan ular" tersebut juga mengajarkan sifat yang baik kepada kita.

Harapannya, dengan tambahan satu judul berikut kita bisa lebih banyak mendapatkan referensi bacaan yang bukan hanya menghibur tetapi mengandung pesan yang baik. Beberapa cerita sebelumnya bisa lebih lengkap dengan adanya cerita dongeng pak kasim dan ular tersebut. Sekarang dari pada lama-lama dan penasaran dengan apa yang terjadi antara pak kasim dan ular, mari kita baca dongeng selengkapnya di bawah ini.

Pak Kasim dan Ular
Kumpulan Dongeng Terlengkap
 
Pak Kasim dan isterinya tinggal di tepi hutan. Mereka berdua saja karena tidak mempunyai anak. Tiap hari pak Kasim mencari kayu bakar di hutan untuk dijual atau ditukar dengan barang kebutuhan lainnya.

Suatu siang, pak Kasim yang sudah mengumpulkan kayu sejak pagi, beristirahat di bawah pohon yang rindang. Tiba-tiba terdengar suara, “Tolong! Tolong keluarkan aku.”

Pak Kasim mencari asal suara itu dan melihat sebatang pohon yang tumbang menutupi sebuah lubang besar. Pak Kasim mengintip ke dalam lubang dan melihat seekor ular besar berusaha mendorong pohon tumbang itu. Pak Kasim takut dan bermaksud pergi saja dari situ. Tapi ular itu memanggilnya, “Jangan takut. Aku tidak akan menyakitimu.“

Pak Kasim ragu-ragu. Tapi ular itu berbicara lagi. “Tolong pindahkan pohon ini agar aku bisa ke luar. Aku akan mamberikan apa saja yang kau minta.”

Pak Kasim mendorong batang pohon sehingga ular itu bisa ke luar dari lubang.
“Sekarang katakan apa yang kau inginkan.” kata ular.
“Aku orang miskin,” kata pak Kasim. “Aku ingin menjadi kaya.”
“Baiklah,” jawab ular. “Pulanglah.”

Pak Kasim pulang dan rumahnya yang reyot sudah menjadi gedung yang megah. Bahkan isterinya mengenakan pakaian dan perhiasan yang indah. Di meja makan sudah tersedia makanan yang lezat. Sekarang Pak dan Bu Kasim menikmati hidup sebagai orang kaya, bahkan tanpa harus bekerja. Tak lama kemudian, para tetangga mulai membicarakan pasangan yang mendadak menjadi kaya raya itu.

Bu Kasim merasa tidak enak. “Pak,” katanya kepada suaminya. “Para tetangga membicarakan kita. Katanya kira merampok sehingga menjadi kaya.”
“Biarkan saja, bu.” Kata Pak Kasim. “Mereka hanya iri.”

Beberapa hari kemudian, Bu Kasim berkata, “Kita memang kaya dan hidup enak, tapi aku tidak suka karena orang-orang justeru mengejek kita.”
“Pergilah menemui ular itu lagi, pak. Mintalah agar mereka menghormati kita.”

Pak Kasim pergi ke lubang ular itu dan menceritakan apa yang terjadi.
“Baiklah,” kata ular. “Pulanglah. Kau sudah menjadi raja sekarang. Tapi ingat, kau harus menjadi raja yang adil dan bijaksana.”

Pak Kasim pulang. Baru saja ia masuk ke rumah, ada orang mengetuk pintunya. Ternyata beberapa pengawal berdiri di depan rumahnya. Mereka menceritakan bahwa raja telah turun tahta dan menjadi pertapa. Sekarang mereka ingin pak Kasim menjadi raja.

Pak Kasim dibawa ke istana dan dinobatkan menjadi raja. Bu Kasim menjadi permaisuri. Semua orang menghormati mereka dan melakukan semua perintah mereka.

Pada suatu hari, permaisuri ingin memakai gaun kesayangannya. Tapi baju itu belum kering setelah dicuci. Permaisuri kesal. Esok harinya, matahari bersinar terik sekali. Permaisuri kepanasan. Ia pergi ke kolam di istana bersama beberapa pelayan. Tapi sinar matahari membuat kulitnya terbakar.

Permaisuri menemui raja. “Pak, biar pun kita raja dan ratu, tapi kita hanya dihormati oleh manusia. Pergilah ke ular itu dan mintalah agar matahari mematuhi kita.”

Raja pergi ke hutan menemui ular dan mengutarakan keinginannya. Ular menjadi marah.
“Pulanglah, pak Kasim,” kata ular. “Aku tak dapat menuruti keinginanmu. Kau terlalu serakah dan mementingkan diri sendiri.”
Pak Kasim pun pulanglah ke istana. Ia merasa lega. Setidaknya ia masih menjadi raja.

Tapi esok harinya, raja yang asli kembali dari pertapaan. Pak Kasim dan isterinya dipersilakan kembali ke rumah mereka. Bu Kasim tidak puas, tapi tidak dapat berbuat apa-apa.

Ketika mereka tiba di depan rumah, gedung megah mereka sudah tidak ada lagi. Di sana hanya ada rumah tua mereka yang sudah reyot.

--- Tamat ---

Pesan Moral Dongeng Pak Kasim dan Ular
Bagus juga kan cerita dongeng di atas? Ya, ceritanya meski menggunakan bahasa yang sederhana namun ternyata sangat menarik dan menghibur. Maka dari itu cerita tersebut memang menjadi salah satu cerita rekomendasi yang bisa diceritakan untuk anak-anak. Bukan karena alur atau jalan ceritanya namun karena cerita di atas memberikan teladan dan pesan penting kepada pembacanya. 

Di dalam cerita berjudul Pak Kasim dan Ular tersebut ada pesan yang bisa kita tangkap yaitu kita sebagai manusia hendaknya jangan pernah serakah terhadap apa yang ada di dunia. Masing-masing mahluk memiliki peran dan bagiannya masing-masing dan sebaiknya kita jangan serakah. Keserakahan hanya akan membuat hidup kita berakhir dengan sengsara seperti yang terjadi pada pak Kasim dan keluarganya. 

Pak Kasim dan istrinya bukan hanya serakah tetapi juga tidak tahu berterima kasih dan juga sombong. Meski telah mendapatkan balasan kebaikan yang dilakukan dan menjadi orang kaya mereka tidak merasa puas, bahkan mereka justru menjadi sombong dan ingin semua orang menghormatinya. Mereka telah mendapatkan hal yang diinginkan namun ternyata hal itu bukan membuat mereka baik namun menjadi lebih tamak dan begitu congkak dan ingin matahari mau menurutinya. 

Karena sifat buruk mereka akhirnya kehidupan pak Kasim dan sang istri kembali seperti semula yaitu menjadi orang miskin yang hanya memiliki rumah yang reot. Sangat tragis bukan akibat dari keserakahan dan sifat buruk lain seperti yang dimiliki pak Kasim? Maka dari itu kita harus menghindari berbagai sifat negatif seperti itu dalam kehidupan kita sehari-hari. Nah, demikianlah sedikit gambaran dari pesan moral yang ada dalam cerita dongeng pak kasim dan ular di atas. Semoga kita mendapatkan pelajaran dari kisah tersebut.

0 comments "Cerita Dongeng Pak Kasim dan Ular", Baca atau Masukkan Komentar

Post a Comment